CHAKRANEWA.MY.ID.JAKARTA,-Berbagai peristiwa politik kemarin (14/11) menjadi sorotan, mulai dari Presiden Prabowo terima kunjungan Raja Yordania di Istana Merdeka hingga Pemerintah siapkan 20.000 personel untuk misi perdamaian di Gaza.
Berikut rangkuman ANTARA untuk berita politik kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:
1. Presiden Prabowo terima kunjungan Raja Yordania di Istana Merdeka
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Merdeka Jakarta, Jumat sore.
Berdasarkan pantauan ANTARA, iring-iringan kendaraan yang membawa Raja Abdullah II dan Presiden Prabowo, yang juga meliputi pasukan pengawal bermotor dan pasukan berkuda, tiba di Istana Merdeka pukul 16.49 WIB.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyambut langsung kedatangan Raja Abdullah II di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jumat sore, pukul 16.05 WIB. Keduanya lalu bersama-sama menuju Istana Merdeka dalam satu kendaraan.
2. Bawaslu tingkatkan kemampuan pengawas pemilu awasi penggunaan AI
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Lolly Suhenty mengatakan lembaganya kini sedang fokus meningkatkan kemampuan para pengawas pemilu untuk mengawasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada pelaksanaan pemilu mendatang.
“Dalam konteks penggunaan AI, kami menyiapkan berbagai upaya peningkatan kapasitas di jajaran pengawas pemilu supaya mereka tidak gagap,” kata Lolly di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat.
Lolly mengatakan Bawaslu akan menggandeng banyak pakar teknologi informasi dan siber untuk merumuskan formula terbaik dalam penguatan pengawasan ruang digital terkait pemilu.
Baca selengkapnya di sini
3. Golkar: Hormati putusan Presiden beri gelar Pahlawan ke Soeharto
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mengajak seluruh pihak menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto.
Menurut dia, keputusan negara tidak seharusnya ditanggapi dengan emosi “dendam politik” yang dapat memecah belah masyarakat.
“Keputusan Presiden sudah keluar dan menetapkan Pak Soeharto. Mari kita hormati kebijakan ini dan fokus pada bagaimana program-program pembangunan kita laksanakan bersama,” ujar Idrus dalam keterangan di Jakarta,
3. Golkar: Hormati putusan Presiden beri gelar Pahlawan ke Soeharto
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mengajak seluruh pihak menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto.
Menurut dia, keputusan negara tidak seharusnya ditanggapi dengan emosi “dendam politik” yang dapat memecah belah masyarakat.
“Keputusan Presiden sudah keluar dan menetapkan Pak Soeharto. Mari kita hormati kebijakan ini dan fokus pada bagaimana program-program pembangunan kita laksanakan bersama,” ujar Idrus dalam keterangan di Jakarta,
. DPR akan bentuk Panja Reformasi Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan
Komisi III DPR RI akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Reformasi untuk tiga institusi penegak hukum, yakni Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan, dan Pengadilan.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan bahwa pembentukan Panja itu dilakukan berdasarkan banyaknya masukan dari masyarakat atas tiga lembaga penegak hukum itu.
“Rencananya, pekan depan hari Selasa, ya, kita akan memanggil pimpinan tiga institusi tersebut. Selanjutnya akan dilakukan pengesahan Panja,” kata Habiburokhman saat dikonfirmasi di Jakarta,
5. Pemerintah siapkan 20.000 personel untuk misi perdamaian di Gaza
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan TNI telah menyiapkan 20.000 prajurit untuk diturunkan dalam misi perdamaian di Gaza.
“Kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” kata Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan, Jumat.
Sjafrie menjelaskan, penyiapan pasukan dalam jumlah besar itu dilakukan berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto. pukul 16.00 WIB, pesawat kenegaraan yang membawa Raja Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein berhenti perlahan di landasan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo Subianto telah bersiap menyambut secara langsung Raja Abdullah II ibn Al Hussein, sebuah gestur yang mencerminkan kedekatan personal kedua pemimpin.
Suasana sore itu hangat dan penuh keakraban. Begitu Raja Abdullah II turun dari tangga pesawat, keduanya saling menyapa dengan senyum hangat, serta jabat tangan dan pelukan erat. Sekilas, interaksi ini mengingatkan kembali hubungan panjang keduanya yang telah terbangun jauh sebelum pertemuan hari ini.
Kedekatan kedua pemimpin makin terasa saat keduanya berjalan berdampingan melewati pasukan jajar kehormatan. Momen-momen ini menjadi penanda bahwa hubungan Indonesia dan Yordania bukan sekadar hubungan antarnegara, tetapi hubungan antarsahabat.
Sebelumnya, momen kehangatan keduanya juga tampak saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Amman, Yordania pada bulan April lalu. Saat itu, Raja Abdullah II ibn Al Hussein juga menyambut kedatangan Presiden Prabowo secara langsung dengan kehormatan istimewa. Tidak hanya itu, di Amman, Presiden Prabowo juga diterima tidak hanya sebagai kepala negara, tetapi juga sebagai sahabat dekat.
Momen di bandara hari ini seolah menjadi kelanjutan yang alami dari kunjungan sebelumnya. Ketika keduanya berjalan berdampingan sembari memulai percakapan santai menunjukkan bahwa hubungan personal antara kedua pemimpin telah terbentuk secara kuat.
Kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II ibn Al Hussein yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan makin memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan Yordania di berbagai bidang. Sore ini, di Pangkalan Halim Perdanakusuma dunia kembali menyaksikan diplomasi dari hubungan persahabatan kedua kepala negara.Presiden Prabowo Subianto menyambut ketibaan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Tanah Air pada Jumat, 14 November 2025 yang menandai eratnya hubungan kedua negara. Kedatangan Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Indonesia dalam rangka untuk melakukan kunjungan kenegaraan yang berlangsung selama dua hari pada 14 dan 15 November 2025.
Sebagai bentuk penghormatan, pesawat kenegaraan yang membawa Raja Abdullah II ibn Al Hussein dikawal secara khusus oleh 7 pesawat tempur F-16 dan 3 pesawat temput T50 milik TNI AU saat memasuki wilayah udara Indonesia, tepatnya di wilayah udara Pekanbaru, Provinsi Riau. Pesawat yang membawa Raja Abdullah II ibn Al Hussein mendarat sekitar pukul 16.00 WIB di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Penyambutan Presiden Prabowo secara langsung di bawah tangga pesawat menunjukkan penghormatan kenegaraan yang memperlihatkan kedekatan dan rasa hormat Indonesia kepada Yordania. Keduanya tampak tersenyum hangat dan berpelukan erat sebelum bersama-sama memberikan penghormatan kepada bendera kedua negara.
Setelahnya, kedua pemimpin berjalan berdampingan melewati pasukan jajar kehormatan dengan iringan musik instrumental dari korps musik dan dentuman meriam sebanyak 6 kali. Turut hadir menyambut kedatangan Raja Yordania yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar Kerajaan Yordania untuk Indonesia Sudqi Al Omoush, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Suasana penyambutan pun makin meriah dengan persembahan tari kreasi baru rampak none khas Betawi sebagai simbol keramahan dan kekayaan budaya Nusantara. Tampak Raja Abdullah II ibn Al Hussein menikmati dan memberikan apresiasi atas persembahan tari tersebut.
Usai prosesi penyambutan, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II ibn Al Hussein bersama-sama menuju Istana Merdeka, Jakarta dengan menggunakan kendaraan yang sama. Kebersamaan keduanya sepanjang prosesi penyambutan di bandara mencerminkan hubungan personal yang hangat dan saling menghormati antara kedua pemimpin.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan makin mempererat kerja sama strategis antar kedua negara pada sejumlah bidang. Sejak dibukanya hubungan diplomatik dua negara pada tahun 1951, Yordania menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan dan global.
(Supry)












