
CHAKRANEWS.MY.ID,-BANGKA MENTOK, BANGKA BARAT — Kasatlantas Polres Bangka Barat, AKP Ramos Gapita Siregar, memimpin langsung kegiatan penertiban dan pemeriksaan kendaraan bermotor dalam operasi gabungan bersama Jasa Raharja, Samsat dan Dinas Perhubungan. Kegiatan ini digelar sebagai langkah tegas untuk mencegah terulangnya kecelakaan lalu lintas fatal, menyusul insiden sebelumnya di Pangkalpinang yang mengakibatkan korban jiwa.
Dalam keterangannya di lokasi kegiatan, AKP Ramos Gapita Siregar menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk kehadiran nyata negara dalam menjamin keselamatan masyarakat di jalan raya. Ia menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak semata represif, tetapi juga edukatif dan preventif.

“Kami tidak ingin menunggu korban berikutnya. Peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa harus menjadi alarm bagi kita semua. Oleh karena itu, hari ini kami turun langsung untuk memastikan setiap kendaraan yang beroperasi di jalan memenuhi standar keselamatan,” ujar AKP Ramos dengan nada tegas, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam berlalu lintas. Menurutnya, keselamatan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan kewajiban bersama seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami di kepolisian hadir untuk mengingatkan, mengawasi dan menindak jika diperlukan. Namun yang paling utama adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Jangan abaikan hal-hal mendasar seperti kelengkapan surat, pajak kendaraan dan uji KIR,” lanjutnya.
Dalam operasi tersebut, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kendaraan yang melintas. Samsat berfokus pada kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor, sementara Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan teknis kendaraan, termasuk kelayakan uji KIR. Di sisi lain, Satlantas bersama Jasa Raharja menitik beratkan pada aspek keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
AKP Ramos juga mengingatkan bahwa kondisi jalan di Bangka Barat yang relatif baik dan lancar tidak boleh membuat pengguna jalan lengah. Ia menilai, faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan.
“Jalan yang bagus tanpa kesadaran justru bisa menjadi ancaman. Banyak kecelakaan terjadi bukan karena jalan rusak, tetapi karena pengemudi lalai, tidak disiplin dan mengabaikan aturan. Ini yang ingin kami tekan melalui kegiatan hari ini,” tegasnya lagi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di Bangka Barat.
“Kami ingin membangun budaya, bukan hanya penindakan sesaat. Ketertiban lalu lintas harus menjadi kebiasaan, bukan karena takut razia, tetapi karena kesadaran akan pentingnya keselamatan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas berkendara.
“Lebih baik terlambat beberapa menit daripada kehilangan nyawa. Pesan kami sederhana untuk patuhi aturan, lengkapi kendaraan dan utamakan keselamatan. Kami tidak ingin ada lagi keluarga yang kehilangan orang tercinta akibat kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah,” tutup AKP Ramos.
Melalui kegiatan ini, Polres Bangka Barat berharap dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban administrasi kendaraan. Pendekatan humanis namun tegas yang diusung diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib dan berkelanjutan di wilayah Bangka Barat.
Penulis: Kemis dan Tim






