CHAKRANEWS.MY.ID.KOTA BEKASI – Semangat pelestarian budaya sekaligus pembinaan karakter generasi muda mengemuka dalam acara pengukuhan Pengurus Pengprov Persatuan Pencak Silat Militer (PSM) Wilayah DKI Jakarta yang berlangsung di GOR Bang Yan, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Deddy Suryadi selaku Pangdam Jaya sekaligus Ketua Dewan Pembina PSM Wilayah DKI Jakarta.
Dalam momentum penuh semangat kebangsaan tersebut, Deddy Suryadi turut menerima penyematan sabuk hitam kehormatan sebagai simbol penghormatan atas dedikasi dan dukungannya terhadap pengembangan pencak silat militer di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Putra Widyawinaya, S.H., M.P.M., selaku Wakil Ketua Dewan Pembina Pengprov DKI Jakarta, beserta sejumlah pejabat TNI AD, pengurus PSM, dan tamu undangan lainnya.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat (Kadisjasad) Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han. yang sekaligus melaksanakan prosesi pengukuhan kepengurusan PSM wilayah Kodam Jaya/Jayakarta.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat TNI dan tokoh penting lainnya, di antaranya Andri Amijaya K selaku Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat, Zulhadrie S. Mara selaku Kasdam Jaya, Ginanjar Wahyutomo selaku Dandim 0508/Depok, Antonius Ernesto Diliano Putra selaku Danyonif 202/Tajimalela, serta Krisrantau Hermawan selaku Dandim 0507/Bekasi.
Dalam momen penuh kebanggaan tersebut, Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., selaku Ketua Dewan Pembina Pengprov DKI Jakarta menerima penyematan Sabuk Hitam Kehormatan Pencak Silat Militer yang disematkan langsung oleh Kadisjasad Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah.
Dalam sambutannya, Deddy Suryadi menegaskan bahwa pencak silat militer bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan sarana strategis untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa sejak usia dini.
“Ini bagian untuk membentuk karakter. Kita ingin anak-anak muda dan generasi penerus membudayakan olahraga, khususnya bela diri pencak silat militer sejak dini. Banyak pelajaran yang dapat diterapkan, mulai dari disiplin, kekuatan fisik, sportivitas, hingga membangun rasa percaya diri,” ujarnya.
Menurutnya, pencak silat memiliki nilai budaya, seni, keterampilan, dan ketegasan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda Indonesia. Ia menilai berbagai perguruan pencak silat telah menunjukkan kemampuan luar biasa melalui gerakan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mencerminkan ketangguhan mental dan keterampilan diri.
“Warisan budaya pencak silat ini harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Dengan terus kita gelorakan dan kita latih, pencak silat militer akan melahirkan generasi yang kuat secara fisik, mental, dan memiliki karakter yang tangguh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pangdam Jaya berharap Pengcab dan Pengda PSM di seluruh wilayah dapat terus aktif melakukan pembinaan dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kita teruskan semangat ini untuk anak-anak Indonesia. Saya yakin generasi penerus bangsa dapat tumbuh lebih kuat dan lebih hebat melalui pencak silat,” tutupnya penuh optimisme.
Acara pengukuhan berlangsung meriah dengan berbagai atraksi pencak silat yang menampilkan perpaduan seni, disiplin, dan ketangkasan para pesilat muda. Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa pencak silat militer terus berkembang sebagai wadah pembinaan karakter, patriotisme, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
(Red)












