CHAKRANEWS.MY.ID.JAKARTA – Dewan Penasihat Kosgoro, Riyad, berharap Musyawarah Besar (Mubes) ke-57 Kosgoro dapat berjalan dengan penuh semangat kompetisi yang sehat tanpa menimbulkan perpecahan di internal organisasi.
Hal tersebut disampaikannya usai pembukaan Mubes ke-57 Kosgoro yang digelar di salah satu hotel di Jakarta, Jumat (6/6/2026). Menurut Riyad, semangat untuk bertanding dalam proses pemilihan kepemimpinan harus dimaknai sebagai upaya mencari yang terbaik bagi organisasi, bukan menjadi pemicu konflik di antara para kader.
“Saya berharap Mubes ke-57 ini, yang tadi sudah dibuka, dapat berjalan dengan semangat bertanding yang sehat. Kalau bisa, pemilihan ketua umum dilalui dengan cara yang baik dan tidak menimbulkan perpecahan,” ujar Riyad.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk ikut menjaga suasana agar tetap kondusif. Riyad mengibaratkan perannya seperti jeda dalam sebuah lagu, yakni membantu menciptakan harmoni dan mencari jalan terbaik untuk menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi organisasi.
“Saya selalu berusaha mencari jalan terbaik agar terpilih ketua yang terbaik untuk Kosgoro,” katanya.
Terkait dinamika yang berkembang menjelang pemilihan ketua umum, Riyad menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melihat adanya arahan atau penunjukan langsung kepada sosok tertentu. Karena itu, ia berharap seluruh peserta Mubes tetap berpegang pada prinsip kebersamaan dan mengedepankan kepentingan organisasi.
Menurutnya, pilihan terbaik adalah menemukan titik temu yang dapat menghindarkan terjadinya pemungutan suara yang berpotensi memunculkan polarisasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan peran aktif para senior organisasi serta dukungan dari seluruh pihak, termasuk tim sukses masing-masing kandidat.
“Kita cari cara yang bisa mempertemukan berbagai perbedaan menjadi satu. Itu memerlukan kerja bersama dari para senior dan dukungan semua pihak agar suasana tetap kondusif,” ujarnya.
Riyad juga menekankan bahwa pemilihan pemimpin tidak seharusnya didasarkan pada faktor gender, latar belakang ekonomi, maupun status sosial. Yang terpenting, menurut dia, adalah kemampuan calon pemimpin dalam memberikan pengabdian nyata kepada masyarakat dan menjawab kebutuhan organisasi serta bangsa.
Lebih lanjut, ia menilai dinamika yang muncul dalam Mubes merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, dinamika tersebut tidak boleh berkembang menjadi ajang mempertahankan ego masing-masing kelompok.
“Dinamika itu penting, tetapi jangan sampai hanya memunculkan ego masing-masing. Yang harus dikedepankan adalah bagaimana mewujudkan harapan masyarakat dan memberikan informasi yang baik kepada publik,” tegasnya.
Melalui Mubes ke-57 ini, Riyad berharap Kosgoro dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan organisasi sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kalau melihat kenyataannya yang ada saat dilihat dukungannya, bahwa calon mendapat dukungan terbanyak adalah Saudari Sari Yuliati yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Kosgoro 1957 dan menjabat pula sebagai Bendahara Umum Golkar dan Wakil Ketua DPR RI.
(Eka)












