JAKARTA, CHAKRANEWS.MY.ID –
Di tengah dinamika industri pertambangan yang masih dipengaruhi fluktuasi harga komoditas global, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) berhasil mempertahankan tren pertumbuhan kinerja sepanjang tahun buku 2025.
Perusahaan mencatat peningkatan pendapatan, laba bersih, hingga total aset, sekaligus menegaskan komitmennya menjaga pasokan batu bara bagi kebutuhan energi nasional.
Capaian tersebut dipaparkan manajemen Perseroan dalam Public Expose Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Financial Hall, Graha CIMB Niaga Lantai 2, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Presiden Direktur Herman Fasikhin, Direktur Hendra Winanto, para pemegang saham, analis pasar modal, serta insan media.
Mengusung tema “Continue Moving Forward”, manajemen DWGL menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan selama 2025 sekaligus memaparkan strategi bisnis yang akan dijalankan untuk menghadapi tantangan industri pertambangan ke depan.
Sebagai salah satu pemasok utama batu bara bagi pembangkit listrik milik PT PLN (Persero), Perseroan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan energi domestik melalui penguatan operasional dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.
Presiden Direktur Herman Fasikhin mengatakan, penyelenggaraan Public Expose merupakan bentuk keterbukaan informasi perusahaan kepada publik dan seluruh pemangku kepentingan.
“2025 menjadi tahun yang kuat bagi DWGL. Kami mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan fokus pada efisiensi operasional, ekspansi pasar yang selektif, serta tata kelola dan manajemen risiko yang disiplin,” ujar Herman Fasikhin.
Direktur Hendra Winanto menambahkan, kinerja positif tersebut didorong oleh keberhasilan perusahaan meningkatkan efisiensi biaya operasional serta memperkuat struktur bisnis secara menyeluruh.
Menurutnya, meskipun industri masih menghadapi tantangan berupa volatilitas harga batu bara dunia dan kenaikan biaya logistik, DWGL tetap mampu membukukan pertumbuhan laba komprehensif tahun berjalan lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan mencatat sejumlah indikator kinerja yang mengalami peningkatan, antara lain:
- Pendapatan meningkat 4,5 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp3,49 triliun dibandingkan Rp3,34 triliun pada 2024.
- Laba bersih melonjak 89,7 persen YoY menjadi Rp224,6 miliar.
- Total aset tumbuh 24,38 persen YoY menjadi Rp1,99 triliun.
Memasuki tahun 2026, DWGL juga masih mampu menjaga kinerja positif. Pada Kuartal I 2026, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp39,3 miliar.
Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Rp41,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan penyesuaian harga batu bara di pasar global.
Manajemen optimistis model bisnis yang terintegrasi, mulai dari kegiatan produksi, perdagangan hingga pengoperasian pelabuhan, akan menjadi kekuatan utama Perseroan dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional.
Sebagai perusahaan tambang batu bara terintegrasi, PT Dwi Guna Laksana Tbk terus memfokuskan bisnisnya sebagai pemasok batu bara yang andal untuk sektor kelistrikan domestik, khususnya bagi pembangkit listrik milik PT PLN (Persero), dengan tetap mengedepankan efisiensi operasional, tata kelola perusahaan yang baik, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.




