Presiden Prabowo Subianto Bela Polri Khilaf,Bukan Alasan Pelaku Kerusuhan yang Harus Ditindak

CHAKRANEWS.MY.ID.JAKARTA, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa aparat kepolisian yang bertugas menjaga keamanan tidak bisa serta-merta disalahkan ketika terjadi kericuhan dalam demonstrasi. Menurutnya, justru pihak yang harus bertanggung jawab adalah oknum provokator yang memicu kerusuhan hingga menimbulkan korban tak berdosa.
Prabowo menyampaikan hal ini usai menjenguk korban luka dari aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Jakarta pekan lalu. Korban tersebut saat ini dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
“Saya datang karena polisi kadang-kadang iya namanya menegakkan hukum, ada yang khilaf, ada yang terpaksa. Tapi kalau ada korban, yang benar-benar salah adalah yang membuat kerusuhan sampai rakyat tidak berdosa,” ujar Prabowo dalam keterangan pers, Senin (1/9).

Presiden menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi aparat yang terbukti melanggar prosedur saat pembubaran massa aksi. Penyelidikan terkait dugaan pelanggaran oleh oknum petugas dalam kericuhan pada Kamis (28/8) malam masih berlangsung.Namun, Prabowo mengingatkan publik untuk tidak menutup mata terhadap pengorbanan puluhan anggota kepolisian yang juga menjadi korban luka ketika menjaga keamanan.
“Kalau ada kesalahan akan ditindak, tapi jangan lupa puluhan petugas yang berkorban, siang-malam menjaga keamanan di pelosok negeri. Saya sebagai Kepala Negara merasa harus nengok mereka, keluarga mereka, anak-anak mereka,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Prabowo memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa bagi aparat yang terluka dalam bentrokan aksi unjuk rasa.
“Saya minta semua petugas dinaikkan pangkat luar biasa karena mereka bertugas di lapangan membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” jelas Presiden.
Selain kenaikan pangkat, Kepala Negara juga meminta agar aparat yang menjadi korban memperoleh kesempatan pendidikan lanjutan serta dukungan penuh bagi keluarga mereka.

Pesan yang disampaikan Prabowo tidak hanya ditujukan kepada aparat, tetapi juga kepada masyarakat luas. Ia menekankan bahwa menjaga ketertiban adalah tanggung jawab bersama, dan tindakan anarkis hanya akan merugikan rakyat kecil.
Dengan sikap ini, Prabowo berupaya menegaskan keseimbangan: aparat yang salah akan tetap diproses hukum, namun pengorbanan petugas yang bekerja tanpa lelah juga harus dihargai.

Pewarta : Welly.I.T.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *