BERITA  

Gerak Cepat DPRD: Sidak LPG 3 Kg, Antisipasi Kelangkaan Jelang Ramadan

 

 

CHAKRANEWS.MY,ID,-BANGKA BELITUNG— Aroma bawang goreng dari dapur sederhana milik Siti (42), pedagang kue keliling di pinggiran Pangkalpinang, mendadak berubah jadi cemas ketika ia mendengar kabar stok gas melon hanya cukup beberapa hari. Baginya, satu tabung LPG 3 kg adalah napas usaha kecil yang menghidupi tiga anaknya. Kekhawatiran seperti inilah yang membuat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat memastikan pasokan tetap aman menjelang Ramadan.

 

Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, bersama Komisi II turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas PT Sinar Indo Dincotama pada Jumat (20/2/2026). Sidak difokuskan pada Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) untuk memastikan ketersediaan stok LPG bersubsidi bagi masyarakat.

 

Dari hasil peninjauan, DPRD menemukan kapasitas penyimpanan di lokasi masih terbatas. Stok LPG yang tersedia diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar tiga hingga empat hari.

 

“Ketahanan stok kita masih pendek. Ini kondisi rawan jika terjadi gangguan distribusi,” ujar Eddy kepada awak media. Ia menegaskan, Babel yang bergantung pada distribusi laut harus memiliki strategi antisipasi lebih matang.

 

Menurut Eddy, cuaca buruk atau kendala teknis kapal bisa menghambat pasokan LPG masuk ke Bangka Belitung. Karena itu, DPRD meminta langkah cepat dan terukur dari semua pihak.

 

Sebagai bentuk mitigasi, PT Pertamina (Persero) disebut telah menyiagakan kapal tanker di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam untuk menjaga suplai tetap stabil.

 

Namun bagi warga kecil seperti Siti, kepastian pasokan lebih berarti dari sekadar angka di laporan. “Kalau gas kosong, saya tidak bisa jualan. Anak-anak makan apa?” katanya lirih, sambil menatap kompor kecilnya.

 

Kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD. Eddy menegaskan bahwa energi subsidi adalah urusan perut rakyat, bukan sekadar logistik biasa. Terlebih, memasuki Ramadan konsumsi LPG dipastikan meningkat, terutama bagi pelaku UMKM kuliner dan pedagang takjil.

 

“Kami ingin memastikan dapur rakyat tetap ngebul. DPRD akan terus turun ke lapangan agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga,” tegasnya.

 

DPRD Babel juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan distributor agar rantai pasok LPG di Kepulauan Bangka Belitung tetap aman. Langkah pengawasan berkala, evaluasi kapasitas penyimpanan, hingga kesiapan distribusi laut menjadi agenda prioritas.

 

Bagi masyarakat kecil, kehadiran DPRD di lapangan memberi sedikit rasa tenang. “Kalau mereka benar-benar jaga stok, kami bisa jualan dengan tenang,” kata Siti.

 

Di tengah kekhawatiran menjelang Ramadan, gerak cepat DPRD Babel menjadi harapan agar dapur rakyat tetap menyala dan ekonomi kecil tetap hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *