
Penulis: Kemis, Belva Al Akhab dan Satrio
CHAKRANEWS.MY.ID,-BANGKA KELAPA, BANGKA BARAT — Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman, memimpin Safari Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Nurul Islam, Desa Kayu Arang, Rabu (4/3/2026), dengan menegaskan Ramadan sebagai fondasi pembangunan karakter dan moral masyarakat. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyaluran santunan lintas sektor bersama BAZNAS Bangka Barat, Bank Sumsel Babel dan PT THEP.
Dalam sambutannya, Yus Derahman menyatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik.
“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Kita belajar menahan lapar, tetapi juga menahan amarah dan keserakahan. Jika nilai ini kita amalkan, Bangka Barat akan tumbuh bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara moral,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” katanya, menekankan model pembangunan partisipatif berbasis nilai keagamaan.
Safari Ramadan tersebut diisi dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat dan fasilitas ibadah.

BAZNAS Bangka Barat menyalurkan bantuan uang tunai kepada 20 penerima manfaat. Bagian Kesejahteraan Rakyat menyerahkan perlengkapan masjid berupa kipas angin, sajadah, vacuum cleaner dan Al-Qur’an. Bank Sumsel Babel menyerahkan 10 paket sembako, sementara PT THEP menyalurkan 5 paket sembako.
Ketua BAZNAS Bangka Barat, Drs. Lili Suhendra NATO, menegaskan zakat memiliki dimensi spiritual dan sosial.
“Zakat bukan sekadar angka, tetapi doa yang berubah menjadi beras, menjadi uang tunai, menjadi harapan,” ujarnya.
Wakil Ketua Pengumpulan BAZNAS Bangka Barat, H. Hasyim Baharudin, mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah memperluas jangkauan manfaat zakat.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa zakat bisa bergerak bersama pemerintah dan perusahaan untuk memperkuat solidaritas umat,” katanya.
Wakil Ketua Keuangan, H. Zumrowi Achyar, menekankan pentingnya akuntabilitas pengelolaan dana umat.
“Setiap rupiah zakat adalah tangisan harapan masyarakat. Kami pastikan bantuan ini sampai dengan jujur dan tepat,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua Administrasi, H. Nurzali Hamid, menyampaikan bahwa bantuan diberikan tanpa membedakan latar belakang.
“Bantuan ini tidak melihat perbedaan suku atau agama. Yang dilihat adalah siapa yang membutuhkan,” tuturnya.
Anggota BAZNAS Bangka Barat, Wasis Utama Edi, mengaku tersentuh saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat.
“Ketika bantuan kami serahkan, saya melihat bukan hanya senyum penerima, tetapi pelukan toleransi di antara warga. Inilah makna Safari Ramadan sebagai zakat yang menghidupkan kasih sayang lintas iman,” katanya.
Camat Kelapa, Hj. Resmayana, S.Pd., M.AP., menyatakan santunan tersebut menjadi simbol konkret kepedulian pemerintah terhadap masyarakat desa.
“Bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi simbol bahwa negara hadir,” ujarnya.
Ia menegaskan sinergi antara kecamatan dan kabupaten menjadi model tata kelola kolaboratif yang memperkuat hubungan antara aspirasi desa dan kebijakan daerah.
Kegiatan Safari Ramadan turut diisi tausiah oleh Ustadz Mudalil Muazkit. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan empat golongan yang dirindukan surga: pembaca Al-Qur’an, penjaga lisan, pemberi makan orang lapar, dan orang yang berpuasa.
Pesan tersebut memperkuat makna kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada seremonial, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Safari Ramadan di Desa Kayu Arang menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah, lembaga zakat, sektor swasta dan masyarakat. Momentum tersebut menegaskan bahwa pembangunan Bangka Barat diarahkan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan moral dan kepedulian sosial.










