BERITA  

Jembatan Tempat Bongkar Muat Hasil tangkapan Nelayan Dusun 3 Belolaut Terancam Ambruk

CHAKRANEWS.MY.ID, -BangkaSuasana memanas di perairan pantai Dusun 3 Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Sejumlah nelayan setempat murka setelah patok batas laut yang menjadi penanda antara area tambatan perahu (Jetty) dan zona aktivitas tambang timah ilegal apung (TI apung) dicabut oleh para penambang.

Aksi nekat penambang itu membuat nelayan naik pitam. Warga, termasuk ibu-ibu di sekitar lokasi, ikut menyaksikan langsung dan meluapkan kekesalan mereka kepada petugas kepolisian yang datang meninjau lokasi, Kamis (6/11/2025).

Tambang semakin brutal jembatan nelayan belolaut akan jadi korban. Semakin dekatnya penambangan tersebut semakin terancam  jembatan yang di buat dan di bangun pemerintah akan keberlangsungan ketahanan sampai generasi yang akan datang.

Suara lirih tuan rumah yang tidak digubris dan diabaikan Keluar masuk penambang bagaikan pasang surut air laut yang sepi dan tidak pernah untuk menyapa.

Ketidak pastian hukum yang membuat kerusakan dan ketidak adilan di kalangan masyarakat. TI apung kerjanya sudah membuat resah warga di sekitar lingkungan penambangan, suara dan deru mesin melenyapkan suara ombak di tepian pantai. Terlalu banyaknya Ti apung suara berisik dan asap tebal di langit sekitar.

Tumpahan solar, oli merupakan LB3 ( Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun) yg bisa merusak habitat ekosistem yg berada sekitar perairan pantai seperti udang, ikan yang biasanya masyarakat bisa menangkap menggunakan jaring di pesisir pantai. (Kms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *