CHAKARANEWS.MY.ID. JAKARTA,- IstimewaJakarta – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) berkolaborasi dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan secara hybrid pada Kamis (16/7). Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kementan RI, Ragunan, Jakarta Selatan, serta disiarkan secara daring melalui Zoom ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045”.
Seminar nasional ini menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah nyata dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh di sektor agribisnis. Kolaborasi ini menegaskan komitmen pemerintah dan akademisi dalam memacu produktivitas serta inovasi sektor pertanian sebagai pilar utama transformasi ekonomi nasional.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum PERHEPI, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryantono, M.Si., yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global. Selanjutnya, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., hadir memberikan opening speech mengenai arah kebijakan pemerintah dalam memodernisasi pertanian dan mencetak wirausaha muda. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., selaku keynote speaker turut memaparkan peta jalan strategis transformasi ekonomi sektor pertanian menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Sesi diskusi panel menghadirkan tiga narasumber berkompeten yang mengupas tuntas strategi kewirausahaan dari berbagai sudut pandang:
– Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P. (Kepala BPPSDMP), memaparkan program pengembangan SDM pertanian dan mencetak generasi milenial yang siap bersaing di pasar global.
– Dr. Etriya, S.P., M.M. (Pengurus PERHEPI), mengulas analisis ekonomi pertanian dan urgensi penerapan inovasi berkelanjutan dalam bisnis pertanian.
– Gunawan Wibisana (Young Ambassador Agriculture), membagikan kisah inspiratif dan pengalaman praktisnya sebagai representasi petani muda yang sukses memanfaatkan teknologi digital.
Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, hingga penyuluh pertanian dari seluruh Indonesia. Guna mendukung perluasan wawasan, panitia memberikan fasilitas akses gratis serta E-Sertifikat bagi seluruh peserta yang terdaftar resmi melalui tautan registrasi yang disediakan.
Melalui seminar ini, Kementan RI dan PERHEPI berharap dapat memicu lahirnya inovasi-inovasi baru di sektor hulu hingga hilir pertanian, sekaligus memperkuat jejaring wirausaha tani demi mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan di masa depan.
(Eka)












