RESONANSI CDCC 20 Urgensi Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

CHAKRANEWS.MY.ID.JAKARTA,-Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Konferensi Pers , Yang diadakan di Sahid Jaya Hotel Jakarta Pada Tanggal: 13 Januan 2026
Dihadiri Oleh Narasumber:
Prof. Dr. M. Din Syamsuddin (Ketua CDCC),
Prof. Dr. Didik J. Rachbini (Ketua Yayasan CDCC)
Amb Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA. (Pembina CDCC)
Prof. Dr. Sudarnoto A. Hakim (Sekretaris Yayasan CDCC)

Dan memaparkan Bahwa :
1. Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi kita tidak pernah berpikir untuk terlalu dalam beragaman agama, bahasa dan budaya Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa kerukunan dan kebersamaan bukanlah sesuatu yang terwujud secara serta merata tapi harus direkayasa secara nyata. Walaupun derajat kerukunan, persatuan dan tesatuan bangsa relatif ada, namun kita tidak boleh menutup mata dan telinga akan adanya gejala dan gelagat keretakan baik yang disebabkan oleh sentimen primordial (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan atau SARA ) maupun perbedaan kepentingan sosial ekonomi dan poltik Acapkali yang terakhir menjadi faktor picu yang mendorong muncul dan berkembangnya yang pertama läa hal demikian terjadi, yakni perpecahan bernuansa primordial, maka konflik akan susah diatasi Apalagi, disharmoni pada dataran horisontal antara warga masyarakat ini berhimpit dengan disharmoni pada tataran vertikal yakni kurang harmonisnya hubungan pemerintah dan rakyat, maka instabilitas dan integrasi bangsa menjadi ancaman nyata.

Dalam kaitan itulah, CDCC sebagai lembaga pengembang dialog dan kerja sama mengungkapkan keprihatinan mendalam atas bekembangnya gejala dan gelagat “retaknya perahu besar bangsa”, dan mengingatian semua pihak, baik Penyelenggara Negara maupun Organisasi-organisasi Masyarakat dan Partar-Partai Politik untuk mawas diri, melakukan muhasabah secara bersama-sama.

2. Fenomena ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terjadi pada bulan Agustus dan awal September tahun 2025 yang lalu bukan masalah sederhana. Unjuk rasa di berbagai daerah terjadi karena kondisi dan masalah ketidak adilan ekonomi dan soaial secara luas, kecemasan menengah dan tekanan ekonomi yang meluas sektor informal dan golongan bawah, Pemantiknya tidak karena protes terhadap adanya Sungangan baru hagi enacita DPR, kenarkan papà ta đan bangunan yang terja beberapa wilayah, serta ketidaksan masyarak Ürhadap kerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi, aengangguran dan kenalkan biaya hidup Secara ekonoms politik, ini merupakan mu tekanan distribuni ekonomi dan masalah persepi kodo publ Galam konteks ekonomi politik, tahun 2025 aitanda adanya tuntutan keadilan sosial dan kecemasan kelas menengah, yang menjadi pekerjaan rumah pada tahun 2026 .

Jadi, ekonomi Indonesia tetap tubuh meskipun hanya di tingkat moderat, teto de kualitasnya masih rendah dan akan terus thujt pada tahun 2026 au Secara mutre, ekonomi Indonesia relatif stabd dan terjaga Namun tantangan utama terletak pada kualitas pertumbuhan, antara lain penciptaan lapangan kerji formal yang terbatas, produktivitas

Yang tumbuh lambat, keteranga at negeri dan ekspor Indonesia tertinggal jauh dengan negara Tetang seperti Vietnam terjadi karena seator sektor strategis seperti industri dang belun sepenuhnya mend mesin pertumbuhan baru

COCC memandang dengan harap cemas pertumbuhan ekonomi nasional pada Tatius 2026 Pada kuartal pertama inilah prospek ekonomi akan terlihat, apakah ada indikast perbaikan dengan reformasi kebijakan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan dan keadilan Prospek positif 2026 tidak otomatis terjadi la sangat bergantung pada kebijakan reformasi ekonomi dan kualitas kepemimpinan ekonomi. Stabilitas politik Tahun 2026 bisa dijaga dengan reformasi ekonomi yang membebaskan pertumbuhan ekonomi dari stagnasi selama ini. Sementara itu, perbaikan dalam kualitas pertumbuhan ekonomi yang lebih adil akan membawa kohesi sosial dan dapat menjaga stabilitas sosial politik nasional.

CDCC memesankan kepada segenap elemen bangsa untuk mewaspadai masalah perekonomian tidak berdampak pada kehidupan politik, apalagi pka krisis ekonomi sampal membawa akibat pada, dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk adanya kekacauan politik (political choos). Hal demikian hanya akan membawa kehancuran bangsa Indonesia

3. Politik nasional Indonesia bersifat rentan dan mudah retak (fragile) Hal im, paling tidak telah membawa dua kali epiinde perubahan radikal dan fundamental pada 1906 dan 1998 dengan beralihnya masa atau orde kekuasaan. Paska Reformasi kerentanan itu mash bersifat laten dan potensial, serta dapat memunculkan unsur kejutan lelement of surprise Lanskap perpolitikan nasional dengan pengubahan Konstitusi Negara dari UUD 1945 ke UUD 2002 telah membuka peluang bagi liberalisasi politik, urlan Iberalisasi ekonomi, yang telah dan potensial menciptakan kesenjangan baik antara pusat dan daerah (special gap) dan antara kelompok kelompok dalam masyarakat (social ant economic gap)

Hal demikian, ditambah dengan sistem politik multi pertai multiparty menciptakan konstelasi politik yang dinamis namun tidak mendoreng munculnye bustays politik yang kompetitif untuk perhakan dan kemajuan Sistem permulihan yang beralatan pertautan kuasa ekonomi dan kuasa politik telah menciptakan budaya politik rakat yang pragmatis, permisif, dan materialistik Penyelenggara negara pun cenderung hanya berdialog sesamanya (Lembaga mbaga teghlalit dan tembags Yudikatif), Begitu pula, Kalli Partai Politik bersiku mengabaikan ma prakarsa, dan partisipasi rakyat. Hal ini pada muaranya kurang dapat menjadikan politik nasional sebagai manejemen nasional untuk mewujudkan cita cita nasional. Bangpa Indonesia yang merdeka, bersatu, adil, dan makmur

CDCC mendukung dan mendorong dilakukannya perbaikan dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Dalam hal ini, CDCC meyakini dan menansch harapan kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagai prajurit negarawan, dapat melakukan langkah langkah positi konstruktif, dan strategis untuk membawa Negara dan Bangsa Indonesia sebagai negara .Maju adil dan bermartabat ( seperti pada Trisakti: Berdaulat secara politik , mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya)

Selain masalah domestik di atas, COCC senantiasa mematuh perhatian terhadap dinamika global Dunia hari ini menghadap krisis berlapis antara lain konflik bersenjata yang tak kunjung usai, penderitaan kemanusiaan yang meluas, serta menguatnya politik kebencian berbasis identitas, termasuk Islam fobia, dan berbagai bentuk diskriminasi lainnya Kekerasan tidak hanya menghancurkan wilayah dan merenggut nyawa, tetapi juga merusak nurani global, menormalisasi ketidakadilan, dan memelihara siklus balas dendam. Ketika prasangka dijadikan alat politik dan agama dipelintir untuk membenarkan kekerasan, kemanusiaan menjadi korban paling awal dan paling lama.

Karena itu, CDCC memandang bahwa jalan ke depan hanya mungkin ditempuh melalui dialog yang jujur, kolaborasi global yang berkeadilan, dan keberpihakan tegas pada nilai kemanusiaan universal. Organisasi orgamsasi masyarakat harus tampil sebagai kekuatan moral yang konsisten menyuarakan keadilan dan solidaritas lintas batas sementara tokoh lintas agama dan golongan dituntut menjadi penuntun nurani publik menolak kebencian, merawat harapan, dan membangun jembatan damal. Di tengah kegelapan krisis global, keberanian untuk bekerja bersama adalah satu-satunya cahaya yang dapat menjaga masa depan umat manusia.

5. Agenita CDCC ke Depan
Setelah berhasil menyelenggarakan Forum Perdamaian Dunia Ke-9 (The Ninth World Peace Forum), 9 11 Nopember 2025, CDCC sedang menyiapkan beberapa agenda :

1) Peringatan dua agenda PBB yaitu World interfaith Harmony Week (WIHW) International Day of Human Fraternity (IDHF) atau Pekan Kerukunan antar Umat Beragama Dunia dan Hari Persaudaraan Kemanusiaan Internasional, pada & Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan bersama dengan Inter Religious Council Indonesia dengan fasilitasi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI)

2) Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN, Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wahana pengembangan saling pengertian dan kebersamaan di antara para tokoh pemuda lintas agama di negara negara Asia Tenggara. Sesuai kesepakatan dengan Presiden Timor Leste Mr. Joseph Ramos Horta kegiatan ini akan berlangsung di Dill pada Mer 2026

Majelis Cendekiawan Matani Malaysia (MCM Malindo Kedua MCM Malindo adalah forum atau pertemuan para condensari Malaysia dan Indonesia atas sa Ketus CDCC Prof Dr Symsuddin yang bertian membahas permasalahan yang ada antara negara, memperkuat anda intelektual negara madani, dan dut serta men umat blam serantau Madani Malindo de Merter Agama Malaysia pada 2025 Pertemuan kedua akan karta Agt 2026

( Eka/Jeannie M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *