CHAKRANEWS.MY.ID Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Jakarta Timur selaku penerima kuasa khusus menerima laporan dari salah satu tenaga honorer terkait dugaan penahanan buku tabungan dan ATM yang diduga dilakukan oleh bendahara sekolah SDN Duren Sawit 05 pagi.
Menindaklanjuti laporan surat somasi yang di layangkan oleh ketua AWPI kepada salah satu oknum guru selaku bendahara di SDN duren sawit 05 pagi berinisial (JM).
Terkait dengan hal tersebut, pihak sekolah SDN Duren sawit 05 Pagi mengundang AWPI Jakarta Timur dalam rangka memberikan klarifikasi terkait somasi yang dilayangkan oleh AWPI Jakarta Timur,” Kata Ketua DPC AWPI Kota Jakarta Timur Abdul Haris kepada awak media usai pertemuan dengan pihak sekolah, di gedung D Walikota Jakarta Timur, lantai 3, ruangan arsip, Senin (11/12/2023).
Lanjut Haris mengatakan pertemuan
antara pihak sekolah dengan AWPI bisa terlaksana, difasilitasi oleh pihak Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Dasar (Disdikdasar) Wilayah Duren sawit Jakarta Timur, acara diawali dan dibuka oleh Staf Sudin Kasiman.
Dalam penyampaianya, ia mengatakan pertemuan kedua belah pihak antara Sekolah dan AWPI kami hanya menyiapkan fasilitas saja, terkait masalah lainnya, kita kembalikan kepada yang bersangkutan dan kami berharap permasalahan ini baik-baik saja dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, ” ucap Haris mengutip penyampaian Kasiman perwakilan Sudin.
Adapun yang hadir dalam pertemuan tadi, kami selaku penerima kuasa, saya sendiri Ketua DPC AWPI Jakarta Timur Abdul Haris, Ketua AWPI Kota Bekasi Jerry, Penasihat AWPI Kota Bekasi Rhagil ASN dan juga hadir Pemberi Kuasa Chandra Ismaya, sedangkan pihak sekolah SDN Duren sawit 05 Pagi, Kepala Sekolah Dormauli Sitanggang, S.Pd., Bendahara Keuangan Jumati, S.Pd., Bendahara Barang Ameliasari, S.Pd, didampingi tim kuasa hukumnya yaitu Donal Rumapea, SH., MH, bersama rekan lainnya,” jelas Haris.
Kemudian Haris menjelaskan pertemuan kami selaku penerima surat kuasa khusus dengan pihak sekolah sampai saat ini berjalan baik, tadi kami sudah koordinasi dengan pihak sekolah melalui tim kuasanya, untuk mengadakan pertemuan selanjutnya, jadi nanti kami sampaikan kepada teman-teman media perkembanganya,” tuturnya.
Selanjutnya, Haris mengapresiasi kepada pihak Sudin yang telah memfasilitasi tempat pertemuan.
Disisi lain, saya sangat menyayangkan sikap Sudin, diduga terkesan tidak mau terlibat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di sekolah SDN Duren sawit 05 Pagi, padahal persoalan ini terkait kedinasaan, dimana sekolah tersebut dibawah naungan Sudin mengenai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), jadi perlu ada pembenahan,”
papar Haris.
Haris berharap kepada pihak Sudin di pertemuan kita selanjutnya tetap menjadi fasilitator atau mediator, karena Sudin adalah Bidang Pendidikan Dasar yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu Pelaksanaan pengaturan, penataan dan pembinaan kelembagaan pendidikan dasar, jadi saling berkaitan,” harapnya.
Haris menambahkan, pertemuan hari ini baru mendengarkan klarifikasi tentang kronologis dari kedua belah pihak antara bendahara keuangan sekolah dengan tenaga honorer (Pemberi Kuasa kepada AWPI Jakarta Timur), jadi belum ada kesepakatan dan belum menghasilkan apa-apa, harapannya nanti bisa diselesaikan dengan baik,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Sekolah SDN Duren sawit 05 Pagi, Dormauli Sitanggang, saat dikonfirmasi oleh awak media tidak banyak bicara hanya menyampaikan karena keterbatasan waktu, tunggu ada pertemuan selanjutnya sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ketua AWPI Jakarta Timur bang Haris.
Saat disinggung, terkait masalah apa dan harapannya, Dormauli menanggapinya bisa diselesaikan dengan baik-baik saja tidak ada yang menginginkan perpecahan atau masalah,” ucapnya sambil meninggalkan ruangan pertemuan.
Sementara itu, Perwakilan Sudin Kasiman mengatakan karena terbentur waktu dan tempat, jadi terkait dengan pertemuan selanjutnya baik yang disomasi atau yang melayangkan Somasi, itu diluar konteks Sudin.
Selain itu, saat ditanya mengenai sikap dan tindakan Sudin terkait dugaan yang dilakukan oleh Bendahara Sekolah yang juga selaku PNS seperti apa? Kasiman mengatakan masih dalam pembicaraan,” pungkasnya.
( Hamdan )






