Film Ambar Siap Syuting Mengangkat Kisah ibu dan dalam Kemasan Drama Horor

CHAKRANEWS.MY.ID “Tidak ada alasan khusus kenapa kami menghadirk

dalam film ‘Ambar ini. Kami hanya ingin menam
memang orang Melayu, jadi meminimalisir
Melayu,” jelas Mohamed Nolizam, Co-Produser
nantinya tayang di Malaysia, Singapura dan Brunei
tarik tersendiri untuk mengajak penonton ketiga negara in datang
lanjutnya.

Tak hanya menggandeng para pemain muda berbakat Fim Mmbar juo
menggandeng para senior fimmaker Indonesia, seperti Sekar Ayu Asmara vand
dipercayakan sebagai penulis skenario Tio Pakusadewo key cu fung
Rahmad Saiful 1.CS (Onematographed, Yusuf Pataward Asep
Suryaman (Art Director/Production Designed, Rinaki Piki (CA)
Yonna Kairupan (Make Up Beauty & SFX

“Film ‘Ambar’ adalah fim drama horor/supernatural horor yang bisa menampilkan rasa
ngeri, tegang, sedih dan haru secara bersamaan begitu gambaran Viva west
Alif Fajrian tentang film “Ambar yang akan ditampilkan dalam film ini

 

Film “Ambar” rencananya akan tayang bulan Agustus 2024 dboskop di seluruh
Indonesia!

 

Hal serupa juga dirasakan oleh Viva Westi, selaku Co-Director dan Mohamed Molizam,
selaku Co-Produser film “Ambar dari rumah produksi Biangiala Entertainment.
Beberapa kali menyutradaral film horor, ada rasa yang berbeda yang Viva Westi
rasakan la ketika membaca konsep cerita film “Ambar”.

“Menurut saya, Alif berani mengambil cerita yang tidak umum untuk film horor yang
selalu hardcore, Alur cerita dan visual yang ditampilkan, meskipun terlihat cantik tapi
terasa tegang dan menakutkan. Saya akui bahwa Alif berani untuk mengambil pilihan
yang tidak common yang diambil oleh pembuat film horor. Ditambah lagi dengan
penulisan skenario yang ditulis oleh Sekar Ayu Asmara, plot twist-nya makin tidak
terduga” ungkap Viva Westi, yang dalam produksi film ini berperan sebagai Co-
Director,

Film “Ambar” adalah sebuah kisah cinta dan kasih ibu dan anak yang dikemas dalam
bentuk genre drama horor/ supernatural horor. Sebuah kisah horor yang disampaikan
dengan alur drama yang kuat dengan adanya pesan yang ingin disampaikan.
“Film ‘Ambar’ bercerita tentang bayi hasil aborsi yang ternyata di luar sana, tanpa
kita ketahui dipelihara oleh dukun beranak yang kemudian dijadikan ritual sebuah
pesugihan. Cerita Film ‘Ambar’ ini sebenarnya dekat dan cukup relate dengan kondisi
yang terjadi saat ini, dengan pergaulan anak muda yang semakin bebas dan terbuka.
Kami ingin menggambarkan sekaligus menyampaikan pesan tentang konsekuensi
yang akan kita peroleh dari setiap tindakan kita,” ujar Alif Fajrian, sutradara film ini.

“Film ini sebetulnya sangat agamis. Apa yang kamu tanam akan kamu ambil lagi.
Banyak nilai-nilai moral story yang ada di dalam sini. Jadi saya bisa bilang bahwa horor
yang kami buat ini bukan semata-mata horor yang menakut-nakuti saja, tapi juga
mengajarkan sesuatu, kalau apa yang kamu lakukan karmanya akan seperti itu,”jelas
Viva Westi yang sudah menyutradaral sederet film, seperti Anwar Ibrahim (2023),
Toko Barang mantan (2020), Koki-Koki Cilik 2 (2019), Jenderal Soedirman (2015),
Rayya, Light on Light (2012), Mursala (2013), Gaby and Her Song (2010), May (2008).
Film “Ambar’ menghadirkan Dimas Anggara dan aktris muda berbakat asal Malaysia,
Jasmine Suraya, Inggrid Widjanarko, Leony, dan sederet actor dan aktris muda
berbakat, Muhammad Hanief Aryo Wibowo, Zahra Macapagal, Jenny Zhang,
Aina Nisa, Rayna Snova, Amanda Tan, dan pemain cilik, Mickey.

Keterlibatan Jasmine Suraya, aktris Malaysia dalam produksi film ini memang cukup
menarik. Tak hanya karakter ceritanya saja yang nemampilkan kultur dengan Bahasa
Melayu, tapi juga mengambil lokasi syuting di Kuala Lumpur, Malaysia.

(Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *