BERITA  

Yayasan Pendidikan Umum Satya Karya (SD-SMP Taman Pusaka) Tanjung Priuk Salurkan Hewan Qurban untuk Warga Sekitar

CHAKRANEWS.MY.ID.JAKARTA  28/05/2026,– Yayasan Taman Pendidikan Umum Satya Karya yang menaungi SD dan SMP Taman Pusaka, Tanjung Priok, Jakarta Utara, melaksanakan kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dalam kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut, Taman Pusaka menyalurkan satu ekor sapi dan dua ekor kambing untuk dibagikan kepada masyarakat yang yang berhak menerimanya. Langkah baik ini terlaksana berkat kerjasama yayasan, kepala sekolah dan guru SD-SMP Taman Pusaka.

Prosesi pemotongan dan pembagian daging qurban dilaksanakan secara tertib dan aman di lokasi sekolah yang beralamat di Jalan Gembira II Nomor 56-57, RT 006, RW 07, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (28/5/2026). Daging yang telah diolah dan dikemas kemudian disalurkan kepada sejumlah kelompok sasaran, meliputi warga masyarakat sekitar lingkungan sekolah, para guru dan karyawan sekolah, para siswa, serta anak yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan dukungan sosial dan kepedulian sesama.
Sekretaris Yayasan Pendidikan Umum Satya Karya, R Hardjono, saat ditemui awak media di sela kegiatan menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah qurban ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan wujud nyata pengabdian lembaga pendidikan terhadap lingkungan sekitar. Bagi yayasan yang telah lama berkiprah di dunia pendidikan ini, momen Idul Adha menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan antara lembaga, warga, dan seluruh elemen masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para siswa. Kami ingin anak-anak dididik untuk tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, peka terhadap lingkungan, dan memahami hakikat berbagi sebagai bagian dari ajaran agama dan budaya bangsa yang luhur,” ungkap Hardjono yang akrab disapa Pak Djon itu.

Lebih jauh, Hardjono menekankan bahwa makna ibadah qurban berakar kuat pada kisah keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keikhlasan Nabi Ismail Alaihissalam. Menurutnya, kisah tersebut membuka cakrawala pemahaman baru bagi umat manusia tentang pentingnya ketaatan mutlak dan keikhlasan tulus dalam menjalankan setiap perintah Tuhan. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan agar seseorang mampu menjadi insan yang bertakwa dan senantiasa siap berkorban demi kebaikan bersama.

Sementara itu Arfiyanti Kepala Sekolah SMP Taman Pusaka Yayasan menyampaikan harapannya agar momen peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini menjadi semangat pembangkit bagi masyarakat untuk terus memperbanyak tindakan berbagi. Ia menilai, perayaan kurban bukan hanya soal penyembelihan hewan, melainkan momentum untuk membangun kembali kepekaan sosial dan kepedulian terhadap mereka yang berada dalam kondisi kurang beruntung.

“Harapan kami, tentu saja dengan semangat berqurban ini kita semua mampu meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lebih dari itu, semangat berqurban ini harus mampu menjadi sarana memperkokoh ukhuwah islamiyah, mempererat persaudaraan, serta menghapuskan sekat-sekat sosial yang ada di tengah masyarakat kita,” ujar Arfiyanti menegaskan makna filosofis di balik kegiatan sosial keagamaan tersebut.
Kehadiran program ini pun disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh warga sekitar. Salah seorang warga setempat, Tuti, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan qurban ini. Baginya, keberadaan program seperti ini sangat membantu warga sekaligus menjaga kebersamaan, mengingat manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas tanpa ada jarak maupun hambatan.

Kegiatan di SD-SMP Taman Pusaka ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan bisa bersinergi untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Yayasan Pendidikan dan masyarakat, bukan hanya menjadi wacana, tetapi terwujud dalam bentuk kebaikan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat Tanjung Priok.

Jurnalis : Welly Izak.Tandian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *