CHAKRANEWS.MY.ID, Jakarta – Pemilihan paguyuban wartawan yang seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan justru menimbulkan kontroversi. Banyak pihak menilai bahwa proses pemilihan ini lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, alih-alih memperjuangkan kepentingan seluruh anggota. Sikap yang cenderung eksklusif ini memunculkan kritik karena dianggap tidak mencerminkan semangat kebersamaan dan inklusivitas yang seharusnya menjadi dasar sebuah paguyuban.
Anggota yang merasa tidak dilibatkan atau dibeda-bedakan berharap agar paguyuban kembali ke esensi utamanya: menjadi wadah yang merangkul semua wartawan tanpa pandang bulu, demi menciptakan harmoni dan memperkuat peran bersama dalam dunia jurnalistik.
“Saya merasa kecewa dengan proses pemilihan ini karena terkesan hanya untuk kepentingan segelintir orang. Sebagai jurnalis dan redaktur, saya berharap paguyuban ini menjadi wadah yang merangkul semua anggota tanpa membeda-bedakan,” ujar salah satu jurnalis Jakarta Utara yang juga merupakan redaktur di sebuah media online.
Menurutnya, paguyuban wartawan seharusnya fokus pada kepentingan kolektif, bukan pribadi atau kelompok tertentu. “Kita butuh solidaritas, bukan perpecahan. Kalau seperti ini, kepercayaan anggota bisa semakin berkurang,” tambahnya.
(Hendriyawan)










