CHAKRANEWS.MY.ID JAKARTA,-Film Thriller Horor terbaru dari Korea Selatan “Noise” menceritakan tentang seseorang yang mempunyai keterbatasan pendengaran menjadi satu-satunya yang mendengar kengerian yang tak kasat mata.
Di Sutradarai oleh Kim Soo-Jin dan di bintangi aktris Lee Sun-Bin, yang sebelumnya di kenal luas lewat peran nya dalam Film Mission: Possible (2021), Film ini menjanjikan pengalaman horor yang unik.
Dalam Film itu ketakutan tak datang dari visual saja, tapi juga dari apa yang terdengar.
Bermula dari impian membeli sebuah apartemen setelah menabung bertahun – tahun, tapi alih-alih jadi awal kehidupan baru yang tenang. Justru mimpi buruk yang di harus di hadapi. Itulah yang di alami oleh dua saudari Joo-Young ( Lee Sun-bin) dan Joo-hee (Han Su-a) dalam film horor psikologis bertajuk Noise tersebut.
Awalnya kehidupan di Apartemen baru tersebut terasa biasa saja, hingga suara-suara aneh mulai muncul dari lantai, suara yang tidak jelas datang nya dari mana.
Bukan dari suara keran bocor atau langkah kaki tetangga, itu adalah kebisingan yang terasa asing, ganjil dan mengganggu secara mental.
Suara yang tak jelas datang nya dari
mana tapi terus terdengar khususnya dari lantai Apartemen.
Makin hari, suara itu terasa seperti bentuk gangguan yang sangat pribadi, menyusup ke kehidupan sehari-hari mereka, menyulut rasa takut yang makin tak terkendali.
Teror mencapai puncaknya ketika Joo-hee tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Joo-Young yang punya gangguan pendengaran, langsung kembali ke Apartemen untuk mencari adiknya, ia tak sendiri pacar Joo-Hee, Ki -Hoon (Kim Min-Suk) ikut membantu pencarian.
Tapi bukan menentukan titik terang, keduanya justru masuk ke dalam labirin misteri yang menyeramkan, dimana dinding apartemen menyimpan banyak rahasia.
Para penghuni Apartemen lain tak kalah mencurigakan, Alih-alih memberi bantuan, mereka justru menunjukan prilaku aneh, paranoid bahkan agresif. Beberapa dari mereka memohon agar suara-suara itu di hentikan.
Salah seorang tetangga yang tinggal di pantai bawah (diperankan oleh Ryu kyung-Soo) bahkan melontarkan ancaman mengerikan, Ia meyakini bahwa Apartemen milik Joo-Young dan Joo-Hee adalah sumber ganguan suara tersebut.
“Bisakah kalian diam sebelum saya robek mulutmu’ katanya, dalam salah satu adegan trailer yang membuat bulu kuduk berdiri.
Film ini membangun suasana mencekam bukan hanya dari horor Supranatural, tapi juga dari keretakan psikologis antar manusia.
Ketegangan bukan cuma datang dari ‘sesuatu’ yang mungkin tidak terlihat.Tapi juga dari bagaimana para penghuni Apartemen kehilangan kendali atas diri mereka sendiri.
Saling tuduh Paranoia dan keputusasaan membuat batas antara tetangga dan musuh jadi kabur, yang lebih mengerikan, Apartemn itu tampaknya bukan sekedar layar, tapi lebih terasa seperti etentitas hidup yang merangkap para penghuninya. Semua mengisyaratkan bahwa ada sejarah kelam yang sengaja di kubur dalam bangunan itu dan kini muncul kembali lewat suara yang tak bisa di jelaskan.
trailer Noise sukses menggambarkan atmosfer tersebut dengan sangat intens. Dari potongan dialog frustasi, seperti ” Smua suara di sini… Membuatku gila. ” Menunjukkan penurunan psikologis karakter. Baik karena tekanan batin maupun pengaruh sesuatu yang tak kasat mata.
Dalam salah satu potongan adegan, hadir juga kengerian saat salah seorang tetangga Apartemen mencoba membobol pintu unit Joo-Young dengan sebuah pisau. Adegan itu tampaknya bakal bikin penonton menahan napas, saking menegangkannya.
Visual Apartemen yang gelap,sunyi dan sempit semakin memperkuat rasa sesak dan claustrophobic. Seolah penonton ikut terjebakterjebak di dalam gedung itu bersama tokoh.
Hal menarik lainnya adalah dari perspektif Joo-Young yang punya gangguan pendengaran. Justru dari dirinya, yang biasanya hidup dalam keheningan, pengunjung merasakan gangguan suara lebih mencekam.
Karena baginya suara-suara itu bukan cuma keras, tapi terasa seperti sesuatu yang menembus batas kenyataan dan mulai menguasai pikirannya.
Penonton juga terus di ajak untuk bertanya-tanya apakah semua ini nyata atau hanya delusi akibat trauma dan tekanan.
Lewat Film “Noise” Penonton di ajak mengintip sisi gelap darikehidupan urban yang tampknya biasa-biasa saja.
Sebuah Apartemen yang terlihat modern dan nyaman bisa menyimpan luka lama, kutukan atau sebuah kejahatan yang tak pernah benar-benar di selesaikan.
“Noise’ bukan sekedar Film horor dengan suara-suara mengganggu. Ia menawarkan pengalaman yang lebih mendalam, perpaduan horor supernatural, misteri psikologis dan konflik antar manusia yang menegangkan.
Perspektik tokoh utama yang memiliki gangguan pendengaran juga memberi sudut pandang unik yang mbedakan Film itu dari Film horor kebanyakan.
Tak heran jika Film itu mendapat tempat di sejumlah festival bergengsi.
Seperti “SITGES’, ” TIFF ” Florence Korea Film FestivalFest dan Fantasia.
Kehadiran nya di ajang-ajang tersebut menandakan kualitas teknis dan naratif yang solid. Sekaligus pendekatan horor yang lebih segar dan artistik.
Bagi penggemar yang mencari sesuatu yang berbeda Film “Noise” Layak masuk dalam daftar tontonan.
Jangan sampai ketinggalan saksikan diseluruh Bioskop Indonesia mulai tanggal 27 Juni 2025.
(Eka)












