CHAKRANEWS.MY.ID JAKARTA,CEO Danantara Rosan Roeslani menteri investasi dan hilirisasi
menegaskan fokus utamanya adalah hilirisasi beberapa komoditas, di antaranya kelapa sawit sampai rumput laut.
“Tentunya dalam kita melakukan investasi ini pasti ada risiko-risiko. Selama itu adalah risiko yang bisa kita hitung atau calculated risk, tentunya kita akan berinvestasi ke bidang-bidang itu,” tuturnya ketika mengisi kuliah di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat pada Jumat (7/3).
“Bidangnya apa saja sih? Tentunya kita lihat bisa di bidang hilirisasi … Hilirisasi kelapa sawit kan sudah terjadi. Next, yang mungkin kita mau investasi di rumput laut atau seaweed. Jadi, ini hilirisasi ada 28 pohon (komoditas), tapi mungkin 4 atau 5 yang akan kita prioritaskan terlebih dahulu,” ungkap Rosan.
Pria yang juga merangkap sebagai menteri investasi dan hilirisasi itu mengacu pada kisah sukses komoditas nikel. Rosan menegaskan hilirisasi membuat cuan yang dihasilkan dari komoditas itu meningkat pesat.
Ia mencontohkan mulanya ekspor nikel Indonesia pada 2016 hanya US$3,3 miliar. Kemudian, hilirisasi membuat total ekspor komoditas itu melesat ke US$30 miliar alias naik 10 kali lipat di 2024.
Rosan Roeslani menekankan ini terjadi berkat proses hilirisasi, sehingga Indonesia tak hanya mengirim bahan mentah ke luar negeri.
“Dan yang paling penting adalah penciptaan lapangan kerjaan,” tegasnya.
Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu berharap investasi Danantara yang tepat bisa menghadirkan dampak terukur dan luas. Ada 4 parameter utama keberhasilan Danantara versi Rosan, yakni penciptaan lapangan pekerjaan, mengurangi impor, meningkatkan ekspor, dan menciptakan daya saing tinggi .
Ia berjanji Danantara bakal mempertimbang kan aspek kehati-hatian, sesuai arahan Presiden Prabowo. Begitu pula dengan dampak jangka panjang terhadap perekonomian Indonesia. Tutup nya
(Roni. )












