CHAKRANWES.MY.ID – Jakarta Utara -Kemacetan total dalam keseharian (Kamis, 17/4/2025) Kemarin menjadikan Kawasan dan objek vital seperti Jalan Raya Cilincing, Jalan Yos Sudarso, Jalan Enggano, hingga akses menuju dan dari Pelabuhan Tanjung Priok, menjadi langganan macet setiap harinya. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian waktu dan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memengaruhi distribusi logistik nasional dan menurunkan kualitas hidup warga.
Di tengah situasi tersebut, kinerja Wali Kota Jakarta Utara dan Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara dinilai tidak bekerja secara maksimal. Penanganan kemacetan terkesan lamban, tidak terkoordinasi dengan baik, dan cenderung bersifat reaktif ketimbang preventif.
Berbagai persoalan seperti parkir liar, kendaraan berat yang melintas di luar jam operasional, minimnya petugas pengatur lalu lintas di lapangan, serta tidak adanya solusi permanen terhadap titik-titik kemacetan, mencerminkan lemahnya pengawasan dan pengendalian di tingkat pemerintah kota.
Kurangnya terobosan kebijakan, minimnya inovasi pengaturan lalu lintas, dan lemahnya sinergi antara Pemkot, Sudin Perhubungan, dan aparat kepolisian memperburuk kondisi di lapangan. Hingga kini, belum terlihat langkah konkret dan terukur yang mampu menjawab kebutuhan warga Jakarta Utara akan lalu lintas yang tertib dan lancar.
Masyarakat berharap, Wali Kota Jakarta Utara sebagai pemimpin wilayah dan Sudinhub sebagai ujung tombak pengaturan lalu lintas tidak hanya hadir dalam rapat dan seremonial, tetapi turun langsung ke lapangan untuk melihat realita. Dibutuhkan kepemimpinan yang proaktif, responsif, dan tegas dalam menyusun serta menegakkan kebijakan transportasi yang efektif.
Tanpa perbaikan manajemen dan sinergi lintas sektor, kemacetan di Jakarta Utara hanya akan menjadi catatan kegagalan tata kelola wilayah yang tak kunjung terselesaikan.(wit/tim)








